Minggu, 03 Januari 2016

Pengaruh Stereotipe & Prejudice Terhadap Etika Bisnis


Pengaruh Stereotipe & Prejudice Terhadap Etika Bisnis

Stereotipe adalah penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap kelompok di mana orang tersebut dapat dikategorikan. Stereotipe merupakan jalan pintas pemikiran yang dilakukan secara intuitif oleh manusia untuk menyederhanakan hal-hal yang kompleks dan membantu dalam pengambilan keputusan secara cepat.Namun, stereotipe dapat berupa prasangka positif dan juga negatif, dan kadang-kadang dijadikan alasan untuk melakukan tindakan diskriminatif. Sebagian orang menganggap segala bentuk stereotipe negatif. Stereotipe jarang sekali akurat, biasanya hanya memiliki sedikit dasar yang benar, atau bahkan sepenuhnya dikarang-karang. Berbagai disiplin ilmu memiliki pendapat yang berbeda mengenai asal mula stereotipe: psikolog menekankan pada pengalaman dengan suatu kelompok, pola komunikasitentang kelompok tersebut, dan konflik antarkelompok. Sosiolog menekankan pada hubungan di antara kelompok dan posisi kelompok-kelompok dalam tatanan sosial. Para humanis berorientasi psikoanalisis (mis.Sander Gilman) menekankan bahwa stereotipe secara definisi tidak pernah akurat, namun merupakan penonjolan ketakutan seseorang kepada orang lainnya, tanpa mempedulikan kenyataan yang sebenarnya. Walaupun jarang sekali stereotipe itu sepenuhnya akurat, namun beberapa penelitian statistik menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus stereotipe sesuai dengan fakta terukur.

Prejudice ialah suatu keputusan atau kesimpulan yang dibuai orang sebelum diadakan analisis dan sebelum diperoleh bukti. Kesimpulan yang masih bersifat "pra" artinya belum diuji berdasarkan objektivitas yang sebenarnya itu dikenakan pada seseorang atau golongan, dengan diwarnai "rasa senang atau tidak senang". Karena unsur perasangka disini memainkan peranan dominan sedangkan unsur rasio kurang digunakan, perasangka lebih banyak dijumpai pada orang atau golongan yang lebih dikuasai emosi atau perasaan, baik senang maupun tidak senang. Anggota masyarakat yang suka berpikir rasional dapat mengilangkan, sekurang-kurangnya mengurangi pembentukan perasangka itu baik bagi diri sendiri maupun bagi golongannya.

Pengaruhnya :

Dalam praktik komunikasi bisnis, banyak pengusaha yang sering mengalami masalah berkatian dengan adanya perbedaan budaya (Lestari, 2006:7) karena itu diasumsikan bawaha : (1) Setiap individu memiliki nilai-nilai budaya yang mendasari persepsi, sikap, dan perilakunya, termasuk stereotip antar etnik; (2) Setiap individu memiliki stereotip tertentu terhadap etnik yang diajak berkomunikasi, seperti pengusaha jawa memiliki steteotip terhadap orang Cina bahwa bagi mereka etnik Cina itu ulet, mau bekerja keras, tetapi pelit; (3) Dalam komunkiasi bisnis muncul berbagai masalah yang berkaitan dengan stereotip antar etnik, seperti orang Batak dalam melakukan transaksi bisnis yang dianggap agak kasar atau kurang sopan, berbeda dengan orang jawa yang dianggap lebih sopan.

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Stereotipe
http://arti-definisi-pengertian.info/pengertian-prasangka-prejudice/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar